Selasa, 22 Desember 2009

Stop Budaya Pengemis

Kenapa saya menulis judul seperti itu?..Ini karena kejadian yang nyata pernah saya alami dan memang kenyataanya di lingkungan kita masih banyak sekali Para pengemis yang Selalu ada dari jaman ke jaman
Hingga pemerintahpun sering menggelar operasi Gepeng,namun selang beberapa waktu muncul lagi pasukan gepeng tersebut.
Kenapa tidak bisa bersih dan makin di bersihkan makin banyak bermunculan bak rumput liar kesiram hujan.
Kadang timbul pertanyan dalam hati apakah mereka terorganisir atau perorangan?
Dibeberapa tempat kita bisa melihat ada sekelompok pengemis yang bergerombol dan keliatan mereka akrab sekali.
Dan saya menyimpulkan bahwa mereka tidak semuanya menjadi pengemis karena kemiskinan melainkan malas atau hobi,mengapa saya bisa mengatakan seperti itu? karena saya pernah melihat beberapa Pengemis elit,Artinya seorang pengemis mempunyai sebuah HP yang lebih bagus daripada HP Saya.
Itu menandakan bahwa sebenarnya dia lebih mampu dan bukan karena miskin maka dia jadi seorang pengemis,atau mungkin memang dia seorang pemalas dan karena mengemis lebih mudah dan tidak perlu capek kerja maka keterusan.
Bahkan pengahasilan pengemis lebih besar dari penghasilan seorang pekerja toko dan kuli bangunan yang bekerja dari pagi hingga sore hari.
Dan saya bisa buktikan karena saya pernah bertanya kepada seorang pengemis yang pernah saya temui.
Kira kira seperti ini dialog saya dan pengemis waktu itu:
Saya:Pak mo nanya nich ,bapak tinggal dimana
Pengemis:saya di kontrakan.
Dalam hati saya heran seorang pengemis tidurnya dikontrakan
Saya:berapa bapak ngontrak sebulan
Pengemis:450 ribu rupiah.
Coba sahabat pikir seorang pengemis aja bisa ngontrak yang harganya tidak murah loh.
dan saya bertanya lagi.
Saya:Bapak Penghasilan sehari berapa?
Pengemis:ya kalau lagi sepi paling paling cuma 80 ribu sampai 100 ribu mas
Itulah jawabanya yang bikin saya berpikir,Kata PALING-PALING berarti pengemis ini penghasilanya kalo rame bisa lebih.
Bahkan gaji seorang kuli bangunan dan pekerja toko tidak sampai segitu.
Maka kita harus mencegah budaya malas dan budaya pengemis ini,Tahukah anda bahwa modus seorang pengemis ini bermacam macam yang akan membuat orang yang bertemu akan merasa kasihan dan tidak merasa sayang mengeluarkan isi kantong karena kasihan.
Salah satu contoh modusnya
dengan cara membungkus kakinya dengan perban seolah olah kakinya busuk.
padahal kalo anda tau mereka memakai tape dan kecap setelah itu kaki diperban.
Bagaimana cara mencegah budaya pengemis ini?
Kita harus pintar pintar memilih mana yang harus kita kasih dan tega nggak tega kalau kenyataanya seperti itu
Supaya budaya pengemis ini berkurang kalo untuk menghilangkan saya rasa susah,karena pemerintah sekalipun susah untuk menertipkan kaum pengemis ini.
Ini bukan ajakan dan akan menyulitkan posisi para pengemis,tapi hanya semata mata mendidik para kaum pemalas tadi,semoga anda bisa membantu dengan cara yang saya sampaikan tadi tega nggak tega dan harus bisa memilih.